Permasalahan Generasi Muda, Suatu Kesedaran.
Saat membicarakan mengenai masalah pemuda-pemudi kita hari ini, selalu sahaja kita dihadapkan dengan suatu pandangan yang ironis. Sebuah generasi yang menjadi tunjang penggerak serta harapan masyarakat, bangsa, agama dan nusa bagi tampil untuk menjadi pengusung cita-cita yang menggembirakan.
Namun, bagaimana dengan keadaannya? Hari ini, saat ini, kebanyakan generasi pemuda ini telah jatuh terperosok ke dalam lumpur budaya yang menyesatkan dan melalaikan mereka dari agama. Terlena dan terbuai dengan berbagai perilaku dan tradisi yang jauh terpesong, bahkan berseberangan dengan ajaran agama Islam.
Huru-hara, pergaulan bebas, ketagihan dadah, melepak hingga meremehkan serta ada yang melupakan kewajipan-kewajipan agama, menjadi warna potret yang sejati bagi mengambarkan keadaan mereka ini.
Namun, Alhamdulillah, di sebalik kebejatan yang berlaku itu, ada juga di antara mereka yang masih lagi berdiri teguh dan berpegang dengan prinsip keislaman serta mampu menjaga diri dari terpalit dengan kotoran budaya yang tercela di atas di mana banyak yang berasal dari angin barat yang penuh kekufuran.
Tapi, jumlah mereka tak banyak, hanya sedikit sahaja jika hendak dibandingkan dengan golongan yang pertama terbabit.
Pada sisi yang lain pula, sikap lingkungan kemasyarakatan yang tidak ambil cakna dalam memperhati serta menegur mereka seolah-olah menjadi pelengkap bagi penyakit barah kemasyarakatan ini. Para ibu bapa dan kalangan pendidik (termasuk kita sendiri) yang seharusnya bertanggungjawab atas keadaan mereka, hanyalah berfungsi sebagai hakim tak rasmi dengan hanya tahu menjatuhkan hukuman dengan sederet tuduhan.
Mereka dianggap tak memiliki fitrah, tak beragama, ahli neraka, anak haram serta sama sekali takkan mampu untuk berubah atau bertaubat kembali ke pangkal jalan.
Hal ini adalah suatu gambaran betapa kebanyakan masyarakat (termasuk kita) mengambil sikap lepas tangan dalam menyikapi isu permasalahan generasi muda ini. Mereka hanya tahu menjatuhkan hukum, tetapi tak mampu untuk membimbing. Mereka hanya tahu mengeluh dan merungut, tetapi tiada usaha yang digerakkan untuk mengubah keadaan.
Generasi pemuda ini perlu bimbingan dan tauladan dari kita yang kononnya punyai kesedaran. Masuklah ke dunia mereka dan selamilah naluri mereka. Di mana kekurangan dan bimbingan yang perlu kita berikan, kita cuba usahakan untuk berikan. Cubalah untuk kita berusaha bagi menyelamatkan mereka dengan apa jua cara sekalipun. Sesungguhnya, cara terbaik adalah mengajak mereka kepada ajaran Islam dengan berpegang pada prinsip-prinsipnya berlandaskan petunjuk wahyu yakni al-Quran dan as-Sunnah yang mulia.
Isilah hati mereka dengan nasihat dan pengajaran dari yang terkandung dalam dua petunjuk tersebut. Berdakwah dan bimbinglah mereka dengan hikmah.Mohonlah doa bagi mereka agar hidayah dan petunjuk itu datang menyinari hati mereka yang kosong itu dan berserahlah pada Allah bagi menetukan nasib serta taqdir mereka itu. Kerna sesungguhnya kepada Allah jualah tempat kita bergantung pengharapan.
Inilah beberapa nasihat dan kesedaran kepada generasi muda. Semoga hal ini dapat memberi manfaat dan menjadi bekal paling baik bagi Islam pada masa mendatang.


2 Komentar:
al-kamuntinji, sila set pop-out window untuk setting di bhagian komen please :)
teruskan perjuangan.
allah yubarik fik.
assalamu3laikum w.b.t
kiranya bila pengunjung klik untuk comment, dia keluar window lain, tak perlu tunggu page ni bertukar.
untuk ubah setting tu, pilih pop-out window dekat comment setting.
link, sekadar rujukan.
http://wanufara89-anem.blogspot.com/2009/10/hey-bloggers.html
Post a Comment